Dakwah Pedalaman

Tebar Wakaf Qur’an ke Penjuru Negeri, Raih Pahala Berlipat Tiada Henti

Bagi orang pedalaman, mendapatkan kiriman wakaf Al-Qur’an adalah hal yang luar biasa. Betapa akses untuk membeli Al-Qur’an di kota sulitnya luar biasa.

Bahkan tak jarang ditemui, puluhan anak-anak hanya punya beberapa Al-Qur’an/ Iqra. Beberapa diantaranya, yang ada pun tak lengkap. Ada jilid 1-3, tetapi sisanya hilang. Begitupun ada jilid 4-6, tetapi 1-3 nya hilang.

Desa Wayhotong Baru, misalnya. Dari 80 anak-anak pedalaman yang ingin mengaji, hanya ada 2 Iqra yang digunakan bersama-sama secara bergantian. Itupun banyak halaman yang terputus, hilang, tak lengkap.

Hati mana yang tak tercabik-cabik, bila membayangkan 80 anak-anak pedalaman ada di depan mata, ingin mengaji, tapi hanya punya 2 Iqra.

Ada lagi kisah pengantaran wakaf Qur’an di Distrik Aranday, Kab Teluk Bintuni, Papua Barat. Untuk mencapai pedalaman timur ini mesti menempuh medan berat dengan padang lumpur sepanjang 5 Km. Bahkan, tak sedikit yang menghabiskan waktu 12 jam terseok-seok melewati perbatasan Manokwari-Teluk Bintuni ini.

Lalu lintas tak bergerak. Bukan karena padat kendaraan. Bukan pula karena mangkarnya lampu lalu lintas. Melainkan, sebagian besar roda kendaraan mesti bergulat agar tak tenggelam pada tanah lumpur merah.

Demi untuk menyampaikan amanah wakaf Qur’an dan mengajarkannya kepada Muslim di pedalaman, kesulitan pun ditempatkan para guru ngaji Dewan Da’wah menjadi nomor kesekian.

Selain dua titik tersebut, Wakaf Al-Quran juga di diberikan ke berbagai titik di penjuru Nusanatra, diantaranya Desa Palingkau (Kalimantan Tengah), Nyalabu Permai (Madura), Desa Sokop (Meranti), Desa Piring Sina (Alor), Sendang Baru (Lampung Tengah), Desa Arjosari dan Purworejo (Malang), Manunggal Jaya (Berau).

Ingin mendapat pahala berlipatganda tiada henti? Wakaf Qur’an aja ke pedalaman! Saudara Muslim di sana sangat membutuhkannya.

Hubungi LAZNAS Dewan Da’wah!

Comments
To Top