Berita

Pesan Politik Natsir kepada Para Politisi

“Bagi Natsir, komunisme harus diwaspadai dan ditolak. Komunisme adalah adalah bahaya dan ancaman bagi negara dan bangsa secara keseluruhan.” (Disampaikan oleh Yusril Ihza Mahendra/ Salah seorang murid terdekat Natsir, hal.18)

“Selama ada demokrasi, selama itu pula partai2 akan tetap ada. Jika partai2 dikuburkan, maka yg akan tegak di atas kuburan itu ialah sebatang pohon, yakni pohon diktator.” (Hal.19)

“Hadapi dan lawan dengan keras apapun yang bertentangan dengan konstitusi.” (Hal.19)

Natsir adalah tokoh politik dan demokrat sejati yang lemah lembut tapi teguh pendirian. Yusril mengatakan (setelah menyaksikan dan mempelajari kelemah lembutan dan keteguhan Natsir), “Keteguhan seseorang memegang teguh pendirian, memang tidak selalu harus ditunjukkan dengan temperamen yg terlihat “garang” dan selalu bersuara lantang dgn kecaman-kecaman keras bahkan cenderung kasar, dalam tulisan dan pidato2 politik. Sejarah tlh mengajarkan kepada kita, bahwa tidak jarang tokoh2 “garis keras” yg sering bersuara lantang itu, kemudian berbalik menjadi semacam “penjilat” terhadap kekuasaan yg sedang berada di atas angin, karena berbagai alasan dan pertimbangan.” (Hal.20)

Dalam kasus perbedaan pendapat. Natsir memberikan keteladanan yang penting kepada generasi sekarang. Ia seringkali berbeda pendapat dengan tokoh lain, bahkan perbedaannya itu demikian tajam karena menyangkut dimensi2 ideologis dan keyakinan. Tetapi ia tetap menggunakan kata2 yg sopan dan sepantasnya. Tidak bermaksud menimbulkan ketersinggungan secara pribadi. Tidak menimbulkan permusuhan dengan tokoh2 yg berbeda pendapat. Kemesraan dan kehangatan hubungan antar pribadi tetaplah harus dipelihara, meskipun berbeda pendirian dan pandangan. (Hal.21)

“Seorang demokrat sejati, harus menghormati pendirian dan pendapat orang lain, betapa pun ia tidak setuju bahkan menentangnya.” (Hal.21)

“Seorang demokrat sejati, haruslah senantiasa sadar untuk mempersiapkan penganti-penggantinya yakni generasi penerus yang akan meneruskan estafeta perjuangan.” (Hal.22)

“Pemimpin tidak dapat dikondisikan apalagi dikatrol dan didongkrak. Pemimpin harus lahir dari bawah. Ia lahir karena masyarakat dan kelompoknya menganggapnya layak dan pantas menjadi pemimpin.” (Hal.22)

Bukan karena “si calon pemimpin” tadi kasak kusuk ke sana ke mari melakukan “pendekatan-pendekatan” kepada berbagai pihak supaya diangkat dan dipilih sebagai pemimpin.

Kepemimpinan yang dipegang oleh seseorang adalah amanat dari orang banyak. Amanat harus ditunaikan. Pemimpin wajib memegang teguh etika kepemimpinan. Satu di antaranya menunaikan amanat. (Hal. 22)

Prinsip kejujuran, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia harus dipegang teguh. Pemimpin tak perlu malu mengakui kelemahan dan kekurangannya. Harus senantiasa bersedia menerima kritik dan masukan. (Hal.22)

“Dalam perjuangan politik, orang harus pandai2 menimbang-nimbang sesuatu. Selain ada prinsip yg harus dipegang teguh, terdapat pula ruang untuk berkompromi atas dasar saling memberi dan menerima. Keanekaragaman dalam masyarakat adalah sunnatullah yg tidak dapat dihapuskan. Keanekaragaman agama, etnis maupun aliran politik tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun kerjasama yg harmonis atas dasar kepentingan bersama.” (Hal.22)

“Masyarakat majemuk memerlukan adanya Kalimatin sawa, yakni titik temu bersama yg dapat dijadikan dasar kesempatan dalam penyelenggaraan kehidupan bersama di antara kelompok dan golongan2 yg berbeda-beda.” (Hal.23)

Bagi Natsir, politik adalah sebuah seni yang memerlukan kehalusan dan keindahan tersendiri. Natsir mengatakan, “Kita harus mencapai sasaran tanpa lawan2 merasa terkalahkan.” (hal.23)

Natsir berkeyakinan bahwa Politik haruslah ditundukkan kepada etika yang tinggi. Dengan cara itu, keinginan untuk berkuasa sendiri dan “menghabisi” lawan2 politik dengan menghalalkan segala cara dapat dihindari jauh2. (Hal.24)

Begitulah Natsir, Begawan politik santun dan teguh pendirian. Dihormati kawan disegani lawan.
———-

Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Natsir, 2001

Comments
To Top