Berita Dewan Dakwah

Pelatihan Imam/Khatib & Manajemen Masjid Dewan Dakwah – Unpad

Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) menyelenggarakan Dauroh Imam/Khatib dan Manajemen Masjid pada Hari Sabtu, 9 Maret 2019 bertempat di Masjid Al-Jihad Universitas Padjadjaran, Jl. Dipatiukur Kota Bandung.

Acara pelatihan yang dilaksanakan sejak pukul 07.00 hingga menjelang maghrib tersebut diikuti para DKM masjid binaan Dewan Da’wah  dan para DKM masjid kampus Universitas Padjadjaran. Acara diawali dengan pembukaan oleh Ketua Majelis Syuro Dewan Da’wah Jawa Barat, H.M. Daud Gunawan. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan materi-materi antara lain : Optimalisasi Fungsi Masjid sebagai Pusat Kegiatan Umat, Komunikasi Efektif Da’wah  dan Integrasi System Informasi Program Masjid, Aqidah dan Akhlaq yang Lurus Syarat Dasar Menjadi Imam dan Khatib, Tantangan Da’wah, dan lainya.

Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Jawa Barat, DR. H. Hadiyanto Abdul Rachiem menyampaikan bahwa program pelatihan Imam khotib dan manajemen masjid tahun 2019 ini berkolaborasi dengan masjid kampus, dalam hal ini di Universitas Padjadjaran.

DR. Hadiyanto menjelaskan mengapa berkolaborasi dengan masjid kampus, pertama karena salah satu pilar dari dakwah Dewan Da’wah selalu melakukan koordinasi juga bekerjasama dengan unsur kampus.

“Tentu dalam hal ini yang sangat memungkinkan adalah masjid kampus,” tegasnya.

Kedua, terbangunnya silaturahmi  antara masjid-masjid yang dibangun atau juga yang dibina oleh Dewan Dakwah, masjid masyarakat, juga berinteraksi dengan lingkungan kampus sehingga akan terjadi pertukaran pemikiran, pencerahan, wawasan, mungkin masyarakat memandang kampus apa, demikian juga kampus menyerap perkembangan apa yang terjadi di masyarakat,” paparnya.

Ketua Dewan Da’wah Jawa Barat berharap kedepan ada model, pertama dari segi kurikulum, kurikulum training atau dauroh ke depan itu menjadi  gabungan antara unsur-unsur pemikiran kampus, termasuk yang dibangun oleh Dewan Da’wah.

Menurutnya, tentu dalam hal ini kampus juga berkepentingan, dalam hal ini UNPAD, karena ada salah satu program perguruan tinggi itu pengabdian kepada masyarakat. Sehingga kalau  sudah jelas sasaran dakwah itu , terutama kaitanya kerjasama dengan Dewan Da’wah. Dewan Da’wah disatu sisi mempunyai masjid-masjid binaan, mungkin nanti ada materi-materi interdisiplin ilmu pengetahuan yang ada di kampus kita transfer ke mesjid mesjid di daerah, dalam hal ini dosen-dosen di kampus akan sangat senang ketika ada undangan untuk memberikan ceramah ataupun apapun sesuai disiplin ilmunya yang tentunya dibutuhkan di masyarakat, Nah ini kan bahasanya gayung bersambut kata berjawab, jadi di sini terjadi sinkronisasi antara kampus satu sisi dengan masjid di masyarakat yang berkolaborasi atau diinisiasi oleh Dewan Da’wah.

“Ini baru awal nanti ke depan, responnya kelihatannya baik, ini akan terus kita tingkatkan, bahkan ke depan kita uji coba kita integrasikan dengan kampus lain, perguruan tinggi lain untuk meluaskan jaringan dakwah,” pungkasnya.

Dalam sambutan pembukaan, Ketua Majelis Syuro Dewan Da’wah Jawa Barat, H.M. Daud Gunawan, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Universitas Padjadjaran atas kerjasama penyelenggaraan pelatihan.

Ustadz Daud secara ringkas menceritakan sejarah berdirinya Dewan Da’wah serta memaparkan visi – misi Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia.*** (Amre)

 

Comments
To Top