Artikel

JADIKAN AKHIRAT ORIENTASI HIDUP, TAPI JANGAN LUPAKAN DUNIA

Oleh : Ust Abdul Wahid Alwi, MA*

وَابْتَغِ فِيمَا آَتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآَخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi” (QS. Al Qashshash: 77).

Rasulullah Saw. bersabda :

“Siapa yang menjadikan akhirat sebagi cita-citanya Allah berikan kecukupan dalam hatinya dan Allah mengumpulkan rizki yang berserakan baginya dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan ditaklukkan baginya. Apabila orientasi hidupnya dunia semata, maka Allah jadikan kemiskinan tertempel diantara kedua matanya, harta yang sudah terkumpul akan terserak dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali apa yang sudah ada ditangannya”.

Contoh orang yang orientasi hidupnya akhirat tapi dia tidak melupakan dunianya adalah Syaikh Sulaiman Ar Rajhi, seorang pengusaha bertaraf internasional dari Saudi Arabia.

Awalnya dia hanyalah pedagang asongan. Dia tidak pernah tinggalkan sholat jamaah, senantiasa menyisihkan 15% dari keuntungan usahanya untuk zakat dan infaq. Sekarang usahanya memasuki berbagai sektor; peternakan ayam, perhotelan, perkebunan, properti dan tambang.

Inilah gambaran orang yang orientasinya akhirat tapi tidak melupakan dunia. Sehingga Allah terus anugerahkan harta kepadanya.

Sebaliknya, ada seorang pengusaha yang orientasinya dunia semata, berasal dari Rusia, hartanya sekitar $ 3,5 Milyar. Lini bisnisnya tambang, alumunium dan properti. Dia kemudian mengejar bisnis di dunia olahraga dengan berusaha membeli salahsatu klub sepakbola dari Inggris. Tapi usahanya tidak berhasil. Maka dia tertekan, stress, dan ditemukan tewas bunuh diri di salah satu rumahnya di Inggris.

Inilah akhir hidup orang yang semata menjadikan dunia sebagai orientasi hidupnya. Dia meninggalkan hartanya yang begitu banyak. Tidak bermanfaat untuk kehidupan akhiratnya.

Sementara contoh pengusaha yang pertama, ia terus hidup bahagia sampai kini. Dan hartanya in sya Allah akan bermanfaat untuknya di akhirat karena dibelanjakan di jalan Allah.

Maka mari jadikan seluruh urusan keduniaan kita menjadi bernilai ibadah dengan meniatkannya karena Allah dan dilaksanakan sesuai perintah Allah Swt.

Semoga Allah maafkan seluruh dosa kita di Ramadhan kali ini. Sehingga kita dalam keadaan bersih ketika menghadap Allah kelak.***(Ustadz Dwi/31-5-2018)

 

*Tausyiah Ust Abdul Wahid Alwi, MA disampaikan pada acara buka bersama di rumah dinas ketua MPR RI Zulkifli Hasan , Kamis (31/5/2018). Hadir pada acara tersebut Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Persatuan Tarbiyah Islamiyah,  Al Jamiatul Washliyah.

sumber : FB Muslimat Dewan Dakwah Pusat

 

 

Comments
To Top