Nasional

7 Tuntutan Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis

Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis digelar Jumat (11/5/2018), umat Islam dari berbagai daerah di Indonesia memadai masjid Istiqlal untuk menggelar shalat shubuh berjamaah dan zikir yang dipimpin ustadz Arifin Ilham. Usai shalat subuh, jamaah bersama-sama menuju lapangan Monas untuk melanjutkan acara puncak.

Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis dihadiri banyak ulama dan tokoh. Hadir pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta delegasi Palestina resmi melalui lembaga keulamaan internasional, Ketua Komite Al-Quds Ikatan Ulama Muslim International Syaikh Dr. Ahmad Umar El-Umary.

Aksi tersebut digelar untuk menolak kebijakan Amerika Serikat (AS) melalui presidennya Donald Trump yang akan mengambil alih Baitul Maqdis (Al-Quds) sebagai ibu kota Israel. Kebijakan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada pertengahan Mei ini.

Para tokoh dan ulama secara bergantian menyampaikan orasi.

Berikut tuntutan-tuntutan rakyat Indonesia yang dibacakan oleh Ketua Panitia Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis,  Ustadz Saifuddin Ahmad Syuhada :

1. Kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk bersikap tegas terhadap pelanggaran Donald Trump ini, yang bertentangan dengan 9 resolusi Dewan Keamanan PBB, diantaranya resolusi 242 tahun 1967, resolusi 252  tahun 1968, resolusi 465 & 478 tahun 1980, 672 pada tahun 1990, 1397 pada tahun 2002 dan lain sebagainya.

2. Kepada Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk bersatu dan menentang keras keputusan Trump tersebut, serta menggelar sidang darurat sebagai suara aspirasi umat Islam global.

3. Kepada Pemerintah Amerika Serikat, untuk membatalkan pengakuan terhadap eksistensi Negara Israel, rencana pemindahan kedutaannya ke Yerusalem (Baitul Maqdis), serta keputusan provokatifnya yang mengakui Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai ibukota Israel.

4. Kepada Pemerintah Republik Indonesia, untuk berjuang keras menggunakan haknya dalam menekan OKI dan PBB, agar bersama melawan keputusan Trump, sebagaimana janji pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri selama ini, bahwa Palestina berada di jantung hati kebijakan  luar negeri Indonesia.

5. Kepada seluruh rakyat Indonesia, agar terus bersatu dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina, hingga mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya dari penjajah Zionis Israel.

6. Khususnya kepada ummat Islam Indonesia, untuk memperkokoh ukhuwwah Islamiyah dan tetap berada di bawah bimbingan ulama rabbani, agar tercapainya tujuan perjuangan pembebasan Baitul Maqdis dan kembalinya Masjid Al-Aqsha ke pangkuan kaum Muslimin.

7. Kepada seluruh elemen bangsa Indonesia, untuk terus menerus melakukan aksi nyata pembelaan terhadap kaum yang tertindas, membebaskan berbagai macam penjajahan di atas dunia, karena hal itu merupakan amanat UU 1945. Terutama penjajahan yang terjadi di Palestina.***

Comments
To Top