Berita Dewan Dakwah

112 Da’i Dewan Da’wah Siap Berdakwah Di Pedalaman Nusantara

Setiap tahun jelang Ramadhan, Dewan Da’wah secara konsisten mengirimkan da’i dan da’iyah untuk mengisi dakwah Ramadhan di pedalaman Nusantara. Tahun 2019 ini, 112 mahahasiswa/i STID Mohammad Natsir siap berdakwah di 18 titik di 15 provinsi Indonesia.

Tergabung sebagai Kafilah Da’wah, para mahasiswa ditempatkan secara berkelompok di Sumatera Utara, Kepulauan Meranti, Jambi, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Papua.

‘’Program Kafilah Da’wah ini diadakan sebagai latihan untuk berdakwah di pedalaman. Walaupun merupakan latihan, tapi mereka benar-benar akan menjalankan program dakwah yang sesungguhnya di lapangan,’’ ujar Ketua STID Mohammad Natsir Ketua STID M. Natsir Ustadz Dr. (Can) Dwi Budiman As-Siroji, M.Pd.I dalam sambutan Pelepasan Kafilah Da’wah di Masjid Al-Furqon, Kramat 45, Jakarta Pusat, Jumat (26/4) ba’da shalat Jumat.

‘’Kami pun mempersiapkannya dengan sangat serius. STID Mohammad Natsir memberikan pelatihan mengelola dakwah pedalaman, sunnah kepengurusan jenazah, dan pelatihan thibun nabawi sebagai cara pendekatan dakwah untuk lebih dekat kepada masyarakat,’’ imbuhnya di hadapan seluruh jamaah Shalat Jumat Masjid Al—Furqon.

Tak hanya itu, Laznas Dewan Da’wah juga memberikan pembekalan berupa metode pendekatan masyarakat melalui Participatory Rural Appraisal (PRA), sehingga dakwah yang dilaksanakan dapat berkelanjutan walaupun program Kafilah Da’wah telah usai.

Dalam acara tersebut, Ustadz Dwi juga memberikan nasihat kepada para da’i untuk menjaga keikhlasan hati selama melaksanakan dakwah.

‘’Ini adalah dakwah yang sesungguhnya. Maka, ujian dan tantangannya akan semakin besar. Apalagi Antum sebagai Da’i, maka ujian dan tantangannya akan berlipat-lipat. Niat ikhlas harus dijaga. Jangan sampai dirusak oleh bisikan-bisikan, setan senantiasa menggoda keimanan di dalam perjalanan dakwah sehingga keteguhan da’i untuk menjaga keikhlasan mesti diutamakan,” tutur ustdaz Dwi.

Selanjutnya, ustadz Dwi berharap agar para da’i serius dalam melaksanakan tugas dakwah, meski kafilah dakwah merupakan tugas praktik dakwah tapi pelaksanaannya adalah presentasi teori dan tindakan serius. Sehingga, harapannya, sebelum, saat dan pasca kafilah dakwah, da’i dapat mengambil ibrah dan pengalaman demi menghadapi tantangan dakwah di masa depan.

Di samping itu, suksesnya program kafilah dakwah dari periode sebelumnya hingga tahun merupakan atas rahmat Allah melalui uluran tangan para donatur yang istiqomah membantu dalam hal pendanaan, seperti Baituzzakah Pertamina (Bazma).

Selanjutnya, Bazma yang diwakili oleh Ketua Badan Dakwah Islam (BDI) Pertamina, H. Dasril Saputra di hadapan para da’i berpesan untuk menjaga semangat menuntut ilmu sebab masyarakat di lapangan dakwah membutuhkan asupan rohani sehingga da’i perlu menjaga semangat untuk terus memperkaya ilmu agama.

Selanjutnya H. Dasril berpesan agar da’i memiliki ketahanan fisik sebab tantangan dakwah sebab jika badan sakit akan mempengaruhi stabilitas dakwah, serta para da’i tidak hanya berceramah tapi mampu untuk memberi tauladan kepada masyarakat oleh sebab itu da’i dituntut untuk menjaga akhlak islami, akhlak menjadi cerminan kesuksesan dakwah.

Adapun pelepasan da’iyah diselenggarakan di Muslimat Center Dewan Da’wah Cipayung pada hari yang sama (26/4/2019)

Anda bisa berpartisipasi dalam program ini:

Klik : https://kitabisa.com/dakwahpedalaman

Comments
To Top